5 FAKTA TENTANG REALITA SEKOLAH DI JEPANG

Daldisa
Daldisa

Kayak yang udah kalian liat di judul, Admin bakalan bahas tentang fakta yang mungkin kalian belum tau, Tentang Realita Sekolah di Jepang Jadi ya langsung aja lah ya kita bahas.

1. Guru tidak menghukum siswa untuk keluar dari kelas


Banyak negara di luar Jepang, menghukum siswa yang berperilaku tidak pantas keluar dari kelas, Namun, hal ini adalah larangan besar di sekolah- sekolah Jepang. Tertulis di pasal 26 Konstitusi Jepang menyatakan, "Semua orang berhak untuk menerima pendidikan yang sama" Dan karena itu, para guru di Jepang tidak berani mengeluarkan siswa dari kelas. Alhasil, para guru di Jepang terbiasa tetap tenang dan sabar sambil melanjutkan pelajaran. Namun, ada kasus langka dimana hal ini terjadi jika siswa terus mengganggu di kelas.

2. Tidak ada petugas kebersihan disana


Di Jepang, kebersihan sekolah tidak bergantung pada petugas kebersihan. Siswa lah yang bertanggung jawab membersihkan sekolah mereka, termasuk toilet. Tidak hanya siswa, tapi guru, staf sekolah, dan bahkan wakil kepala sekolah dan kepala sekolah. Melalui praktik sekolah Jepang yang unik ini, siswa dilatih tidak hanya untuk kebersihan diri sendiri, tetapi juga menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

3.Tidak ada siswa yang tidak naik kelas


Beruntung bagi orang Jepang, mereka selalu maju ke kelas berikutnya terlepas dari nilai ulangan dan kemampuan mereka. Seorang siswa mungkin gagal dalam setiap tes dan mengikuti kelas, namun masih dapat mengikuti upacara wisuda di akhir tahun. Nilai ulangan mereka hanya berarti pada saat mereka mengikuti ujian masuk untuk sekolah menengah dan universitas.Namun, bukan berarti bahwa anak-anak disana tidak harus bekerja keras! Anak-anak disana belajar keras untuk mempelajari kanji Jepang sehingga diharapkan kemampuan membaca mereka dan kemampuan pada mata pelajaran yang lainnya sesuai dengan usianya.

4. Siswa dan Guru tetap bekerja Selama Liburan Sekolah


Para guru di Jepang tidak mendapatkan liburan, kecuali pada hari libur nasional, karena mereka masih harus pergi bekerja untuk memenuhi tanggung jawab mereka di sekolah. Di sekolah menengah pertama, siswa biasanya menjadi anggota klub masing-masing, dan biasanya klub
ini diawasi oleh guru sehingga kegiatan serta pelatihan tertentu tetap terus berlanjut selama masa liburan.

5. Siswa dan guru makan bersama di dalam kelaas


Sebagian besar sekolah Jepang tidak memiliki kafetaria, sehingga siswa tidak bisa membeli makanan sendiri, tetapi bekal makan siang buatan sendiri diperbolehkan untuk acara-acara tertentu,
selama isinya sesuai dengan peraturan sekolah. Bahkan di beberapa sekolah, siswanya bertanggung jawab untuk menyajikan makanan di area makan sekolah kepada siswa lain, sambil mengenakan topeng putih, gaun, dan bandana. Setelah makan siang, mereka harus membersihkan dan mengembalikan wadah makanan mereka sendiri. Semuanya berada di bawah pengawasan guru.

Oke, mungkin segitu aja buat pembahasan di konten kali ini, gimana pendapat kalian tentang realita di sekolah jepang ini! 

Comments : 5 FAKTA TENTANG REALITA SEKOLAH DI JEPANG